Hilang sabar dihati dan tak terbendung lagi
Waktu itu,
Lama memang kutunggu kedatanganmu
Sobat karibku,
Datang telegram darimu,
Dua hari yang lalu,
Tunggu aku.
Di stasiun kereta itu pukul satu.
Ku pacu sepeda motorku,
Jarum jam tak mau menunggu,
Maklum rindu.
Traffic light aku lewati,
Lampu merah tak peduli,
Jalan terus.
Di depan ada polantas,
Wajahnya begitu buas,
Tangkap aku.
Tawar menawar harga pas tancap gas.
Sampai stasiun kereta,
Pukul setengah dua,
Duduk aku menunggu,
Tanya loket dan penjaga,
Kereta tiba pukul berapa...?
Biasanya...kereta terlambat,
Dua jam mungkin biasa,
Dua jam cerita lama.
Waktu itu,
Lama memang kutunggu kedatanganmu
Sobat karibku,
Datang telegram darimu,
Dua hari yang lalu,
Tunggu aku.
Di stasiun kereta itu pukul satu.
Ku pacu sepeda motorku,
Jarum jam tak mau menunggu,
Maklum rindu.
Traffic light aku lewati,
Lampu merah tak peduli,
Jalan terus.
Di depan ada polantas,
Wajahnya begitu buas,
Tangkap aku.
Tawar menawar harga pas tancap gas.
Sampai stasiun kereta,
Pukul setengah dua,
Duduk aku menunggu,
Tanya loket dan penjaga,
Kereta tiba pukul berapa...?
Biasanya...kereta terlambat,
Dua jam mungkin biasa,
Dua jam cerita lama.


Komentar